Pendataan Potensi Desa


Otonomi daerah, yang telah diimplementasikan sejak tahun 2001, menuntut ketersediaan informasi sampai wilayah kecil yang lengkap, akurat dan terkini untuk membuat formulasi kebijakan pembangunan yang tepat. Perencanaan dan program pembangunan akan dapat diimplementasikan secara tepat bila didukung oleh ketersediaan data statistik wilayah kecil yang relevan. Dengan dimikian, kebijakan bersifat spesifik lokal yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dapat dilaksanakan oleh pemerintah di level daerah tersebut misalnya kabupaten, kecamatan atau desa.

Pendataan Potensi Desa (Podes)

Tujuan :

  • Menyediakan data potensi/keadaan pembangunan di desa/kelurahan dan perkembangannya yang meliputi keadaan sosial, ekonomi, sarana dan prasarana, serta potensi yang ada di desa/kelurahan
  • Menyediakan data untuk berbagai keperluan khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan perencanaan regional (spatial) di setiap daerah

Variabel Utama:

  • Kondisi umum desa/kelurahan
  • Infrastruktur dalam desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota
  • fasilitas sosial ekonomi dalam desa/kelurahan

Periodisasi: Mengikuti pelaksanaan sensus di BPS

Tahun data: 1980, 1983, 1986, 1990, 1993, 1996, 2000, 2003, 2005, 2008

Cakupan Wilayah: Seluruh provinsi di Indonesia

Cakupan Responden: Seluruh unit wilayah administrasi terkecil

Unit Observasi: Desa/Kelurahan/Setara unit wilayah administrasi terkecil

Pengumpulan Data: Wawancara langsung terhadap kepala desa/kelurahan

Contoh kuesioner: SE96-PODES, PODES08-DESA, PODES08-KEC, PODES08-KAB/KOTA

Level terendah data dalam publikasi:

  • Kabupaten/Kota (publikasi tingkat provinsi)
  • Provinsi (publikasi tingkat nasional)

Publikasi:

  • Ulasan Singkat Analisa Potensi Desa
  • Statistik Potensi Desa Indonesia
  • Statistik Potensi Desa menrut Provinsi

Pemanfaatan Data :

  • Penentuan desa tertinggal dan tidak tertinggal
  • Penentuan status desa perkotaan/pedesaan
  • Penyusunan statistik wilayah kecil (small area statistics)

Agenda Lainnya

Cari Agenda